Kamis, 07 Januari 2010

3. KARYA ILMIAH REMAJA (KIR)

2. FOOTSAL

Rabu, 06 Januari 2010

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

JENIS-JENIS EKSTRAKURIKULER
SMP NU-1 GRESIK



1. HADRAH (DZIBA’)



KH ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) MEMORIAL


MEMORIAL :
KH ABDURRAHMAN WAHID
(GUS DUR)


Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur menjabat Presiden RI ke-4 mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau lahir tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, yang bernama KH. Wahid Hasyim. Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari .

Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu beliau juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi bermain bola, catur dan musik. Bahkan Gus Dur, pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir.

Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, beliau bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula beliau merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap `menyimpang`-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-`aqdi yang diketuai K.H. As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Selama menjadi presiden, tidak sedikit pemikiran Gus Dur kontroversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang. (Dari Berbagai Sumber)

Selasa, 05 Januari 2010

SMP NU 1 GRESIK JUARA II FOOTSAL


Gresiki, 05 November 2009 menjadi momentum yang sangat membangakan. Perjalanan panjang yang melelahkan ditempuh tim futsal sekolah yang semua laki-laki ini sangat melelahkan. Tim Futsal yang dibimbing oleh Bapak Mahmudi mendapat imbalan yang pantas dengan kerja keras selama ini. Dalam kejuaraan futsal yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik merai juara ke-II di bawah SMP Negeri 1 Gresik. Kamis, 05 November 2009 Bapak kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Bapak Drs. H. Moh. Wahib, MM memberikan tropi juara ke II kepada kapten Tim Futasal SMINU itu julukan dari sekolah ini Moh. Nizam Mauliddin lapangan Futsal GFC. Sebenarnya gelar yang sama sudah dirai oleh tim futsal ini seperti: juara III futsal yang diselenggarakan oleh YIMI di tahun yang sama.
Perjuangan yang tak perna surut dari tim ini pantas diberikan apresiasi. Kekompokan, kebersamaan dan kegigihan dalam setiap sesi latihan dan pertandingan dengan lawan-lawannya mereka ditunjukkan. Begitu juga sport dari guru-guru dan sporter dari teman-teman melipatgandakan semangat untuk terus maju dan meju akan haus gol untuk merai prestasi.
Prestasi tim ini sebenarnya tidak didukung oleh ketersediaan sarana lapangan yang representatif. Bahkan sekolah yang berada di belakang pasar ini tidak mempunyai lapangan dan hanya memanfaatkan sarana umum alun-alun
dalam kegiatan olah raga setiap pagi. Apapun sarananya Prestasi itulah tujuannya.
Perlawanan dari tim-tim futsal memang berbeda. Kekuatan dan gaya permainan tim sudah dibaca oleh pelatih. Briefing terus diberikan oleh pelatih dan tim offisial. “Maju terus, tahan, tendang dan gooool” itulah motivasi yang terus terlontar dari mulut pelatih dan offisial. Bahkan persaan was-was, jengkel dan panas emosi mewarnarnai setiap pertandingan. Bahkan doa dan dukungan juga oleh Kepala sekolah Bapak Nizar Fanani, S.H. yang tidak henti-hentinya memberikan dorongan dan kemudahan dalam setiap pertandingan.
Wahai... tim futsal dan tim yang lain kebanggaan kalian terhadap prestasi kami hargai. Tingkatkan prestasi kalian di setiap pertandingan. Harumkan nama SMP NU – 1 Gresik dengan tinta emas prestasimu.
Tropi ini kupersembahkan untuk sekolahku, Maafkan aku kalau belum memenuhi harapamu, tapi yakinlah suatu waktu akan kupenuhi janjiku. Kubuat harum karena prestasi, kubuat terpesona karena juara. Ayoo. Teman-teman berlatih tuk wujudkan impian.
SMP NU – 1 Is The Best

Oleh: Mr. Dion72

SMP NU – 1 GRESIK DIKUNJUNGI MR. DERRY DARI EROPA


Selasa, 01 Januari 2009, menjadi momen yang menggembirakan. SMP yang siswanya laki-laki ini mendapat kunjungan dari Konsultan Pendidikan Eropa yang bernama PATTIRO. Waktu itu pukul: 11.30 WIB, rombongan MR Derry yang didampingi oleh patner dari Jakarta Ibu .Dra Destriany dan Direktur PATTIRO wilayah Gresik Ibu Khosi’ah. Rombongan ini berjumlah delapan orang. Kondisi sekolah yang berada kira-kira 50 meter dari Pasar Gresik mungkin yang membuat rombongan ini ingin lebih tahu tentang sekolah ini. Dalam kunjungannnya di SMP ini rombongan disambut oleh Kepala Sekolah Bapak M. Nizar Fanani, S.H. didampingi oleh Waka Kurikulum Bapak Moh. Mahrus, S,Pd, Menurut keterangan dari salah seorang anggota dari rombongan mengatakan bahwa kunjungan ke sekolah ini adalah untuk menhadakan kerjasama dalam pengembangan pendidikan. Bagaimana menciptakan pendidikan yang maju dan mempunyai keunggulan dalam semua aspek. Bincang-bincang santai dan sesekali ada banyolan yang keluar dari Bapak Kepala Sekolah dan dari angota lain yang ikut dalam diskusi tentang prospek pendidikan. Dalam diskusi ini ternyata MR. Derry sudah dapat berbahasa Indonesia dengan baik walau logat asingnya sangat kentara.
Perbincangan antara Bapak kepala sekolah dengan rombongan PATTIRO di ruangan kepala sekolah berjalan selama kurang lebih satu jam. Setelah itu rombongan mengadakan survei ke kelas 9 C. Antusias dan rasa ingin tahu siswa kelas 9 sangat besar. Sapaan keluar dari mulut para siswa penuh keakrapan. Sapaan Halo, How are you mengalir deras membuat MR tersenyum dan membalas
sapaan dengan kata-kata “fine”, “baik-baik”. Senyum. Foto bersamapun dilakukan secara berebutan. MR Derry senang menemani walau kadang para siswa berebutan dan berdesak-desakan untuk foto bersama dengan MR.
Para siswa dengan percaya diri berpose dengan MR. MR sebelum foto sempat memberikan motivasi kepada para siswa agar siswa terus semangat belajar demi kesejahteraan diri sendiri, bangsa dan negara.


Oleh: Mr. Dion72

Sabtu, 02 Januari 2010

KEPALA SMP NU 1 GRESIK KE-5


Drs. H. SHOHIBUL UMAM
( MENJABAT KEPALA SMP NU-1 GRESIK PERIODE TAHAUN 2001-2008 )


Template by : kendhin x-template.blogspot.com