JENIS PERMAINAN
DALAM MODEL PAKEM
2.GELOMBANG AIR LAUT
Setelah guru menjelaskan aturan main dan sanksi, permainan dimulai:
1.1 Siswa duduk di depan sebelah kanan berdiri secara bersama sebangku, tidak boleh terlabat atau mendahului satu sama lain dalam sebangku dengan berkata (kata yang berhubungan materi atau penyemangat);
1.2. Disusul teman sebangku yang berada di belakang dilakukan setelah teman di depan berdiri juga harus bersama-sama( kalau mendahului atau terlambat baik sebanku atau dengan bangku yang lain akan dikenai sanksi);
1.3. Begitu seterusnya, pada deret/ kelompok bangku berikutnya dari belakang, maka yang giliran di depan harus menoleh sedikit(90 *) juga harus bersama-sama;
1.4. Sampai pada bangku paling terakhir.
1.5. Refleksi
Jelanya pada gambar:
Keterangan :
2.Start/Finish dapat di atur/variatif
3.Aturan harus jelas dan ditaati
4.Lakukan dengan semangat
2.TIMBANGAN
Setelah guru menjelaskan aturan main dan sanksi, membentuk kelompok dinamkan RT 1 – 4 atau nama lain, permainan dimulai:
Komando dari guru atau siswa yang ditujuk
2.1 Aba-aba (1): berarti RT 1 berdiri dengan cepat, kompak dan berkata jelas(kata-kata harus ada hub. Materi, maka harus disepakati kelompok)
2.2 Dialnjutkan dengan aba-aba ke RT lain bergantian.
2.3 Seterusnya sampai dirasa cukup dan tujuan tercapai yaitu konsentrasi siswa tercapai.
2.4Atur an main harus tegan dan dilaksanakan. Karena dalam bentuk kelompok besar maka sanksi pun satu kelompok, dengan demikian teman sebangku pasti beban dan harus bertanggung jawab.
2.5 Refleksi
Lebih Jelasnya pada skema berikut :
3.GAJAH DAN SEMUT
Setelah guru menjelaskan aturan main dan sanksi, siswa mengikuti petunjuk aba-aba berikut:
Tahap I:
Gajah: Besar(diucapkan) diikuti gerakan kedua tangan membentang lebar gambaran gajah besar
Semut: kecil(diucapkan) diikuti menunjukkan dengan jari kelingking diajungkan
Tahap II:
Gajah: Kecil(diucapkan) gerakan berlawanan pada tahab I, diikuti menunjukkan dengan jari kelingking diajungkan
Semut: Besar(diucapkan) diikuti gerakan kedua tangan membentang lebar gam,baran gajah besar
Tahap III:
Gajah: Besar(diucapkan) gerakan campuran tahap I dan II, diikuti menunjukkan dengan jari kelingking diajungkan
Semut: Kecil(diucapkan) diikuti gerakan kedua tangan membentang lebar gam,baran gajah besar
Dilanjutkan dengan permainan, sanksi harus dijalankan demi jalannya permainan untuk mengantarkan pada siswa konsentrasi dalam belajar.
4.Makna Sebuah Angkah
Guru menjelaskan tentang makna sebuag angkah:
1 = Berdiri, 2 = berkata "saya siap", 3 = Tepuk tangan 6 x(tergantung guru), 4 = Duduk dengan cepat, 5 = hentakkan kaki 3 x, dan seterusnya.
Permainan dimulai, guru betul-betul memandu dan memantau jalanya permainan dan aturan yang disepakati. Jadikan suasana senang penuh konsentrasidan tantangan baru.
5.Sebut Angkah/ Huruf cepat
Siswa bergantian menyebutkan angkag atau huruf setelah di tunjuk guru mulai menyebutkan dengan cepat dan tepat. Dalam permainan ini dituntut konsentrasi siswa. Start menyenbutkan angkah bergantian depan, belakang kanan- kiri depan kanan- kiri sampai dirasa cukup. Kegiatan ini dapat juga dipergunakan dalam membentuk kelompok diskusi/belajar.Refleksi.
Kreativitas Guru Membuat Proses Pembelajaran lebih bermakna
VISI DAN MISI SMP NU 1 GRESIK
Alamat Pembantu
Selasa, 02 Maret 2010
Model Permainan Cara Memotivasi
Diposting oleh
SMP NU1 GRESIK
di
15.56
0
komentar
Label: Kreatif Guru
Pansus Century Ricu
Dewan Seperti Kanak-Kanak
Rabu, 03 Maret 2010, Rapat Paripurna Dewan Berjalan Ricu dan Prahara. Lagi-lagi rakyat melihat tontonan gratis yang menawan di forum dewan yang terhormat. Pansus Century berakhir kulminasi di rapat paripurna. Rapat paripurna yang sarat kepentingan dan pesan politik berjalan panas dan penuh intrik kepentingan. Emosional dan menyimpan logika dan rasional. Banyak alasan yang menyulut prahara paripurna.
Marzuki Alie sebgai ketua DPR dari fraksi Demokrat menutup sidang dengan arogan tidak meminta pandangan dari wakil-wakilnya. Anis Matta wakil ketua DPR dari Fraksi PKS, Pramono Anum wakil dan ketua DPR Fraksi PDIP, Priyo Budi Santoso wakil ketua DPR Fraksi Golkar. Ketiga wakil ketua, merasa tidak dihiraukan seperti patung atau bongkahan batu yang tidak berguna. Palu bergema setelah diketuk berkali-kali, intrupsi dari anggota dewan tidak digubris berakibat situasi panas, semakin kacau dan tidak terkontrol. Satu persatu anggota dewan maju menuju meja ketua dewan sambil berteriak penuh emosi. Disusul oleh anggota lain membuat menjadi panas dan kacau di depan ketua dan wakil dewan. Rapat Paripurna dewan yang muliah antiklimaks dan seperti arena gulat dan pancow. Sebagian di depan unjuk otot layaknya bonek yang berdesak-desakan tanpa karcis masuk lapangan bola. Akbar Faizal anggota dewan dari fraksi Hanura diusir dari ruang paripurna marah karena ada kecurangan yang dilakukan oleh ketua DPR Marzuki Alie
Layaknya arena tinju wasit melerai kedua petinju yang sama kuatnya. Sementara yang lain bersorak-sorai bernada mengejek ketika ketua pansus berbicara memaparkan fraksi-fraksi yang memvonis bahwa ada kesalahan dalam bank century, dan tertawa kegirangan seperti yang dilakukan oleh anggota dewan dari fraksi Demokrat Roy Suryo dan Ruhut Sitompul yang terlihat di siaran televisi. Anggota DRP dari fraksi Demokrat tersebut bersorak sorai seperti taman-kanak dan seperi anak yang tidak berpendidikan. bersorak kegirangan melihat situasi dewan yang berantem menyenangkan. Kata-kata dan sikapnya sangat tidak terpuji dan sangat memalukan. Teladan buruk lagi-lagi dipertontonkan banyak anggota Dewan.
Lagi-lagi kita mengenang kebenaran kata-kata Gus Dur ”DPR seperti Taman Kanak-Kanak”. Lirik lagu Grup Slank berjudul ”Tong Kosong”, dan Iwan Fals berjudul ”Wakil Rakyat”. Semua itu sebenarnya anggota dewan mendengar dan berhati-hati dalam bersikap dan malu kalau tidak bekerja dengan baik, bukan sebaliknya terkesan main-main.
Oleh: Dion72
Diposting oleh
SMP NU1 GRESIK
di
15.52
0
komentar
Label: Artikel Politik
PROFIL GURU DAN KARYAWAN SMP NU 1 GRESIK

MAHMUDIONO, S.Pd.
Gresik, 06 Februari 1972
alamat: Dusun Gantang RT 04 RW II Desa Boboh Kec. Menganti Kab. Gresik Telepon(031)71304496 Kode Pos: 61174
RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD NEGERI BOBOH MENGANTI 1985
2. MI KHOIRUL ANAM GANTANG 1985
3. SMP NEGERI 1 CERME 1988
4. SMA NEGERI 1 CERME 1991
5. STKIP PGRI MOJOKERTO 1996
PENGALAMAN MENGAJAR
1. GURU SUKUWAN DI SDN BOBOH 1992-1994
2. MENGAJAR DI MI KHOIIRUL ANAM GANTANG 1992- Sekarang
3. MENGAJAR DI SMP YPI DARUSSALAM 1 CERME 1995 - Sekarang
4. MENGAJAR DI MTs. BANI HASYIM LENGKONG CERME 1996 - 2007
5. MENGAJAR DI SMP NU 1 GRESIK 2008- Sekarang
STATUS:
Menikah tahun 1996. Istri tercinta: Alfiyah
Dikaruniahi anak-anak tercinta
1. NIFIAH PRATIWI 1998
2. FAZA AZIFAH NABILAH 2007
HOBI:
1. Membaca (Politik, Sastra, Sosial, Sainc, olahraga)
2. Bulu tangkis
MOTTO:
Indahnya Hidup Bila Berguna Untuk Orang Lain
Diposting oleh
SMP NU1 GRESIK
di
15.15
0
komentar
Label: PROFIL GURU
Senin, 22 Februari 2010
TIM FOOTSAL SMP NU-1 GRESIK JUARA I
Diposting oleh
SMP NU1 GRESIK
di
21.31
0
komentar
Label: FUTSAL SMINUSA
RESTU DENI PRAYOGI TOP SKOR PENCETAK GOL TERBANYAK
Diposting oleh
SMP NU1 GRESIK
di
21.00
0
komentar
Label: FUTSAL SMINUSA
MODEL- MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran Inovatif (1)
A. Model Examples Non Examples
Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar
Langkah-langkah :
Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus
Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
Kesimpulan
B. Picture And Picture
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Menyajikan materi sebagai pengantar
Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
Kesimpulan/rangkuman
C. Numbered Heads Together
Langkah-langkah :
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
Kesimpulan
D. Cooperative Script
Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
Guru membagi siswa untuk berpasangan
Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru. Penutup
E. Kepala Bernomor Struktur
Langkah-langkah :
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
Kesimpulan
F. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin, 1995)
Langkah-langkah :
Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
Guru menyajikan pelajaran
Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
Memberi evaluasi
Kesimpulan
G. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
Langkah-langkah :
Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim
Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
Guru memberi evaluasi
Penutup
H. Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
Langkah-langkah :
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
I. Artikulasi
Langkah-langkah :
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
Kesimpulan/penutup
J. Mind Mapping
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
K. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran, 1994)
Langkah-langkah :
Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
Setiap siswa mendapat satu buah kartu
Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
Demikian seterusnya
Kesimpulan/penutup
L. Think Pair And Share (Frank Lyman, 1985)
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
Guru memberi kesimpulan
Penutup
M. Debat
Langkah-langkah :
Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
Sumber : Bahan Pelatihan LPMP Jawa Barat
Diposting oleh
SMP NU1 GRESIK
di
18.19
0
komentar
Label: PENDIDIKAN


