Jumat, 27 April 2012

TIM KIR SMP NU 1 GRESIK LANGGANAN FINALIS NASIONAL

Prestasi Kelompok Karya Ilmiah Remaja Tembus Nasional sudah tidak asing lagi. Di tingkat Kab. Gresik aja sudah mulai 2009. Menjuarai Berbagai Lomba KIR di tingkat Kabupaten. Dan dua tahun berturut-turut Finalis Nasional, Berkat tangan dingin dan kerja keras dar Pembimbing KIR Bapak Mahmudiono, S.Pd., MPd,. Berikut Prestasi KIR SMP NU 1 Gresik. Finalis Lomba Karya Tulis Tingkat Kabupaten Gresik, 2008. finalis Lomba Karya Tulis Tingkat Kabupaten Gresik, 2009. Juara 2
Lomba Karya Tulis Tingkat LP Ma’arif Kab. Gresik, 2009. finalis Lomba Karya Tulis Tingkat Kabupaten Gresik, 2010. finalis Lomba Penelitian Ilmia Remaja (LPIR) Tingkat Nasional 23- 27 September 2010 oleh Kementerian Pendidikan Nasional di Yogjakarta. Juara 3 Lomba Penelitian Ilmia Remaja (LPIR) Tingkat Kabupaten 28 Oktober 2010. oleh Dinas Pendidikan Kab. Gresik juara II Lomba Penelitian Ilmia Remaja (LPIR) Tingkat Kabupaten 31 Mei 2011 Oleh Dinas Pendidikan Kab. Gresik. juara Harapan I Lomba Penelitian Ilmia Remaja (LPIR) Tingkat Kabupaten 31 Mei 2011 oleh Dinas Pendidikan Kab. Gresik. juara I Lomba Penelitian Ilmia Remaja (LPIR) Tingkat Kabupaten 2011 di lingkunagan Maarif Nu dalam Pelajar Teladan. Juara II lomba mendongeng kesejarahaan kota Gresik 2011 oleh Dinas Pendidilkan Kab. Gresik finalis Lomba Penelitian Ilmia Remaja (LPIR) Tingkat Nasional 3- 8 Oktober 2011 oleh Kementerian Pendidikan Nasional di Solo

Kamis, 26 April 2012

TIM KIR JUARAI TINGKAT KABUPATEN

TIM KIR JUARAI TINGKAT KABUPATEN

Guru SMP NU 1 Gresik Harumkan Lembaga

Guru SMP NU 1 Gresik Harumkan Lembaga

Dongeng atau mendongeng adalah hal yang tidak asing lagi bagi guru Bahasa ini karena kegiatan ini diajarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berbekal pengalaman dan kebiasaan “ngelantur mrono mrene” atau banyak bicara ke sana ke mari, membuat mendongeng tidak canggung lagi. Kebetulan Bapak Sumarto, S.Pd. menyodorkan naskah Kiai Sindujoyo sehingga saya tinggal membaca dan memahami alur ceritanya.Sebenarnya tidak menangka kalau dapat nomor dua. Persiapan yang singkat karena kesibukan di sekolah dan kegiatan lainnya masih sempat dapat juara meski nomor dua Dari 90 naskah yang masuk ke Dispendik bagian Dikmenum diseleksi 25 yang masuk finalis. Kamis, 26 Mei 2011 finalis lomba mendongeng bertempat di SMP Negeri 3. Dengan penampilan, metode dan improvisasi yang bermacam-macam ahirnya saya pun tampil nomor lima. Bermodal nekat dan optimis saja serta penguasaan materi saya tampil dengan leluasa tanpa beban itulah yang saya rasakan. Setalah tapil hanya menunggu hasil. Tepat pukul 15.00, diumumkan juri, semua peserta berharap dengan cemas. Sebenarnya ada keyakinan mendapatkan nomor bila melihat penampilan peserta yang lain. Ternyata benar, Setelah nomor satu lewat milik guru dari SMP Negeri Manyar, harapan pada nomor berikutnya. Ya..nomor dua ternyata. Nama saya dipenggil beserta nama sekolah. Dion72

KIR Tebar Pesona Harumkan SMP NU 1 Gresik

KIR Tebar Pesona Harumkan SMP NU 1 Gresik Gresik, 31 Mei 2011 jadikan tonggak bersejarah. Torehan prestasi yang tak perna henti dilakukan oleh TIM yang bombing oleh Bapak Mahmudiono, M.Pd., Ibu Nikmatun Sakdiyah, S.Pd. dan Bapak Sumarto, S.Pd. Mulai 2008 Ekstra KIR ini berjalan. FInalis LPIR (Lomba Penelitian Ilmiah Remaja) tahun 2010 ini menjadi optimis bila bisa bersaing dengan TIM lain dari negeri. Tahun 2011 menjadi tahun yang baik bagi TIM KIR yang dikenal dengan sekolah “Denpasar” karena dua TIM yang disiapkan sama-sama masuk sepuluh besar dan berhasil masuk lima besar nomor dua dan tiga setelah presentasi. Ajang pameran sebagai pembuktian siapa TIM yang paling baik. Akhirnya TIM KIR SMINUZA berhasil meraih juara II pada judul “Degradasi Lagu Nasional di Kalangan Pelajar Tipiskan Nasionalisme.” Dan judul “Nilai-nilai Sosial dalam Acara Reality Show “Minta Tolong” sementara puas di posisi harapan satu. Kami menerima hasil itu walau sebenarnya kami tidak puas sebelum target jauara satu tercapai. Tetapi sementara kami bersyukur dan bangga dengan kerja TIM Sukses yang diketuai oleh Bapak Sumarto, S.Pd. yang membuat stand pameran menjadi baik dan penuh semangat kebersamaan. Teks untuk semua.

Prestasi Futsal SMP NU 1 Gresik

Futsal Terus Asa Prestasi Harumkan SMINUSA Gresik, 26 Desember 2010 SMA Negeri Kebomas menjadi saksi permainan cantik dari Tim Futsal SMP NU 1 Gresik. Tim yang dikenal dengan sminuza ini masih diperhitungkan dalam setiap kompetisi futsal di setiap even. Bila ditelusuri prestasi tim futsal dari tahun 2009 sebagai berikut: Juara 4 Se-Kab. Gresik, Penyelenggara: YIMI Futsal Cup (29 Mei 2009 ), Juara 2 Se-Kab. Gresik, Penyelenggara: Dinas Pendidikan (05 November 2009), Juara 1 Se-Kab. Gresik–Lamongan, Penyelenggara: SMA Negeri Sidayu (13 Februari 2010), Juara 1 Se-Kab. Gresik, Penyelenggara: SMA PGRI (14 Mei 2010) dan yang baru Juara II Se-Kabupaten Gresik yang diselenggarakan oleh SMA Negeri Kebomas Gresik. Melihat rentetan prestasi tersebut tidak mustahil Tim Futsal akan menukir kembali prestasi yang dapat mengharumkan sekolah yang dijuluki ”Denpasar” ini. Semua prestasi yang di hadiahkan untuk SMP NU 1 Gresik ini tidak terlepas dari tangan dingin pelatih yang dipanggil MR. Dio. Pelatih ini sangat genius dalam meracik strategi. Tangan dinginnya membuat kagum para penonton di setiap pertangingan. Belia tenang dan sangat karismatik di mata para pemain. Belia sangat sukses meregenarasi para pemain. Talenta-talenta baru mewaranai permainan. Hal ini dibuktikan pada saat mengikuti kompetisi di SMA Negeri Kebomas . Dari babak penyisihan TIM FUTSAL SMP NU 1, libas lawan-laswanya sampai pada Final. Tidak seperti pertindingan final di SMABOM julukan sekolah penyelanggara. Dalam final ini penonton dibuat tegang, mencekam, jantung berdetak kencang bercampur dengan lengah, senyum, berbaur bahagia dan kesedian. Sejak awal pelatih SMINUZA yang berpenampilan rapi dan penuh pesona itu sudah memprediksi akan berjalan alot. Keduanya mempunyai gaya dan skill yang hampir sama. Terbukti, permainan berjalan kurang menarik. Masing-masing sangat berhati-hati. Apalagi rintik hujan membuat lapangan licin yang membuat permainan kurang menarik. Kedua pelatih sudah menerapkan strategi yang terbaik, namun tetap berakhir kaca mata pada tengah permainan. Pada babak kedua permainan mulai berkembang. Gol dari Lawan (SMP Mambaul Ulum) yang dijuluki MU berhasil menggetarkan jala gawang SMINUZA. Wajah sejenak lesuh ketinggalan satu kosong. Beberapa menit kemudian tim sminuza berhasil mengimbangi dan berakhir 3-3. Pemimpin pertandingan meniup peluit. Tendangan pinalti jadi jalan penentu. Dada semakin sempit dan nafas seperti putus. Wajahku memerah sesekali mengatur nafas ketika melihat penjaga gawang SMINUZA kebobolan berturut-turut. Hanya doa dapat kami panjatkan mudah-mudahan ada peluang. Doa kami terkabul. Skor pinalti menjadi imbang 2-2 karena tiga penendang dari tim lawan tidak gol begitu pula eksekutor dari tim sminuza. Kapten dan pelatih pun dipanggil, ternyata keputusannya untuk menentukan pemenang dengan cara undian (okek) dan kita kalah. Inilah kekalahan yang sangat menyakitkan. Kami sadar pertandingan pasti ada menang dan kalah tetapi kekalahan kali ini sangat menyesakkan. Tetapi hanya kata akhir syukur atas semua ketetapan dan kebesaran Allah SWT. Kami pulang dengan wajah redup dan menunduk. Kami pulang membawah tropy dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,00 serta Sauqi mendapat predikat pemain terbaik (best player) dengan hadiah Rp 250.000,00. By: Dion72 Semua adalah atas kepiawaian sang pelatih yang banyak orang menyebutnya sehaluan dan segenius dengan Mourinho pelatih Real Madrid dari Spanyol. Beliau juga sangat sarat pengalaman , perna melatih di Klub Internal Gresik United yaitu THR. Talenta yang harus terus di asa dan dikembangkan. Beruntunglah SMINUZA mempunyai guru penjaskes yang kompeten dalam bidang Futsal. Teruslah berlatih dan berikan kadoh terindah kepada SMINUZA agar terus harum dan berjaya dalam bidang sport .


Futsal  Terus Asa Prestasi
Harumkan SMINUSA
Gresik, 26 Desember 2010
SMA Negeri Kebomas menjadi saksi permainan cantik dari Tim Futsal SMP NU 1 Gresik. Tim yang dikenal dengan sminuza ini masih diperhitungkan dalam setiap kompetisi futsal di setiap even. Bila ditelusuri prestasi tim futsal dari tahun 2009 sebagai berikut:  Juara 4 Se-Kab. Gresik, Penyelenggara: YIMI Futsal Cup (29 Mei 2009   ), Juara 2 Se-Kab. Gresik, Penyelenggara: Dinas Pendidikan (05 November 2009), Juara 1 Se-Kab. Gresik–Lamongan, Penyelenggara:  SMA Negeri Sidayu (13 Februari 2010), Juara 1 Se-Kab. Gresik, Penyelenggara:  SMA PGRI (14 Mei 2010) dan  yang  baru Juara II Se-Kabupaten Gresik  yang diselenggarakan oleh  SMA Negeri Kebomas Gresik.
Melihat rentetan prestasi tersebut tidak mustahil Tim Futsal  akan menukir kembali prestasi yang dapat mengharumkan sekolah yang dijuluki ”Denpasar” ini.
Semua prestasi yang di hadiahkan untuk SMP NU 1 Gresik ini tidak terlepas dari tangan dingin pelatih yang dipanggil MR. Dio. Pelatih ini sangat genius dalam meracik strategi.  Tangan dinginnya  membuat kagum para penonton di setiap pertangingan. Belia tenang dan sangat karismatik di mata para pemain.  Belia sangat sukses meregenarasi para pemain. Talenta-talenta baru mewaranai permainan.
Hal ini dibuktikan pada saat mengikuti kompetisi di SMA Negeri Kebomas . Dari babak penyisihan TIM FUTSAL  SMP  NU 1, libas lawan-laswanya sampai pada Final. Tidak seperti pertindingan  final di SMABOM julukan sekolah penyelanggara. Dalam final ini penonton dibuat tegang, mencekam, jantung berdetak kencang bercampur  dengan lengah, senyum, berbaur bahagia dan kesedian.
Sejak awal pelatih SMINUZA  yang berpenampilan rapi dan penuh pesona itu sudah memprediksi akan berjalan alot. Keduanya mempunyai gaya dan skill yang hampir sama. Terbukti, permainan berjalan kurang menarik. Masing-masing sangat berhati-hati. Apalagi rintik hujan membuat lapangan licin yang membuat permainan kurang  menarik. Kedua pelatih sudah menerapkan strategi yang terbaik, namun tetap berakhir kaca mata pada tengah permainan. Pada babak kedua permainan mulai berkembang. Gol dari Lawan (SMP Mambaul Ulum) yang dijuluki MU berhasil menggetarkan jala gawang SMINUZA.  Wajah sejenak lesuh ketinggalan  satu kosong. Beberapa menit kemudian tim sminuza berhasil mengimbangi dan berakhir 3-3. Pemimpin pertandingan meniup peluit. Tendangan pinalti jadi jalan penentu. Dada semakin sempit dan nafas seperti putus. Wajahku memerah sesekali mengatur nafas ketika melihat penjaga gawang SMINUZA kebobolan berturut-turut. Hanya doa dapat kami panjatkan mudah-mudahan ada peluang. Doa kami terkabul. Skor pinalti menjadi imbang 2-2 karena tiga penendang dari tim lawan tidak gol begitu pula eksekutor dari tim sminuza. Kapten dan pelatih pun dipanggil, ternyata keputusannya untuk menentukan pemenang dengan cara undian (okek) dan kita kalah. Inilah kekalahan yang sangat menyakitkan. Kami sadar pertandingan pasti ada menang dan kalah tetapi kekalahan kali ini sangat  menyesakkan.
Tetapi hanya kata akhir syukur atas semua ketetapan dan kebesaran Allah SWT. Kami pulang dengan wajah redup dan menunduk.  Kami pulang membawah tropy dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,00 serta Sauqi mendapat predikat pemain terbaik (best player) dengan hadiah Rp 250.000,00.  
By: Dion72

 
Semua adalah atas kepiawaian sang pelatih yang banyak orang menyebutnya sehaluan dan segenius dengan Mourinho pelatih Real Madrid dari Spanyol. Beliau juga sangat sarat pengalaman , perna melatih di Klub Internal Gresik United yaitu THR. Talenta yang harus terus di asa dan dikembangkan. Beruntunglah SMINUZA mempunyai guru penjaskes yang kompeten dalam bidang Futsal. Teruslah berlatih dan berikan kadoh terindah kepada SMINUZA agar terus harum dan berjaya dalam bidang sport


“Siapaun bisa kita kalahkan dan siapapun bisa mengalahkan kita” “ Percayalah pada kemampuan sendiri dan jangan merasa kecil bila berhadapan dengan lawan yang berpostur lebih besar”.
 
 

.



Senin, 05 September 2011

Nakna Kupatan

Makna di balik Ketupat

Banyak sekali makna filosofis yang terkandung di dalam sebuah ketupat. dari mulai bungkus yng dibuat menggunakan janur kuning atau daun kelapa yang masih muda yang melambnagkan sebagai penolak bala (penolak musibah). janur sendiri berarti cahaya surga (Jannah=Surga; Nur:Cahaya). juga dapat diartikan nur (cahaya) yang melambangkan kondisi manusia dalam keadaan suci setelah sebulan penuh mendapatkan pencerahan pada bulan Ramadhan. jadi, makna dari kupatn adalah kesucian lahir dan bathin yang dimanifestasikan dalam tujuan hidup yang esensial.

Sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat, lima pancer”, yang bermakna kemanapun manusia menuju pasti selalu kembali kepada Allah SWT. Bentuknya yang persegi epat juga dapat dimaknakan senagai empat macam nafsu manusia yaitu amarah (emosional), aluamah (nafsu untuk memuaskan rasa lapar), supiah (safsu untuk memiliki yang indah-indah) dan mutmainah (nafsu untuk memaksa diri). keempat nafsu tersebut yang ditakhlukkan selama puasa. sehingga dengan memakan ketupat seseorang dianggap sudah mampu menakhlukaan keempat nafsu tersebut.

Dilihat dari bentuk anyaman ketupat yang rumit mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. sedangkan warna putih ketika dibelah mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah sebulan berpuasa dan memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat. beras sebagai isi dari ketupat mempunyai makna atau melambangkan kemakmuran setelah hari raya.

Asal Usul & Filosofi Kupatan
Tidak diketahui persis kapan mulai tumbuh dan berkembangnya tradisi kupatan dan apa makna filosofi dari perayaan tradisi tersebut. Ada yang berpendapat bahwa kupatan merupakan hari rayanya orang yang berpuasa 6 hari pada satu Minggu setelah lebaran hari pertama (tanggal 2-7 Syawwal). Pendapat lain mengatakan bahwa kupatan adalah berasal dari kata kupat singkatan dari “ngaku lepat”, artinya adalah mengaku salah. Kupatan berarti ngaku kalepatan, mengakui banyak kesalahan. Apapun makna dan filosofinya, kupatan merupakan bagian tradisi yang penuh dengan makna khususnya Jawa. Dan kupatan telah menjadi hari raya ke-2 di bulan Syawwal setelah Idul Fitri. Secara sosiologis, seolah kupatan telah mengajarkan arti pentingnya saling bertemu dan saling mengakui kesalahan serta memaafkan satu dengan yang lainnya.

Ketupat atau tradisi Jawa-nya kupatan bukan hanya sebuah tradisi Lebaran dengan menghidangkan ketupat, sejenis makanan atau beras yang dimasak dan dibungkus daun janur berbentuk prisma maupun segi empat. Sebab, kupatan memiliki makna dan filososi mendalam. Tradisi kupatan berangkat dari upaya-upaya walisongo memasukkan ajaran Islam. Karena zaman dulu orang Jawa selalu menggunakan simbol-simbol tertentu, akhirnya para walisongo memanfaatkan cara tersebut. Sehingga tradisi kupatan menggunakan simbol janur atau daun kelapa muda berwarna kuning. Karena janur biasa digunakan masyarakat Jawa dalam suasana suka cita. Umumnya, dipasang saat ada pesta pernikahan atau momen menggembirakan lain. Janur dalam bahasa Arab berasal dari kata ”Ja a Nur” atau telah datang cahaya. Sebuah harapan cahaya menuju rahmat Allah, sehingga terwujud negeri yang makmur dan penuh berkah. Sedangkan isinya, dipilih beras baik-baik yang dimasak jadi satu sehingga membentuk gumpalan beras yang sangat kempel. Ini pun memiliki makna tersendiri, yakni makna kebersamaan dan kemakmuran.
Dari sisi bahasa, kupat berarti mengaku lepat atau mengakui kesalahan. Bertepatan dengan momen Lebaran, kupat mengusung semangat saling memaafkan, semangat taubat pada Allah, dan sesama manusia. Dengan harapan, tidak akan lagi menodai dengan kesalahan di masa depan. Kupat dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kafi. Yakni, kuffat yang berarti sudah cukup harapan. Sehingga dengan berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadan, kemudian Lebaran 1 syawal, dan dilanjutkan dengan puasa sunnah enam hari syawal, maka orang-orang yang kuffat merasa cukup ibadahnya, sebagaimana hadis nabi, hal demikian bagaikan puasa satu tahun penuh.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com