Jumat, 29 Januari 2010

PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL ( UN )

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2010 Lengkap :
SMA/MA, SMP/MTs dan SD/MI


Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah dipercepat menjadi minggu ke-3 Maret 2009. Informasi pelaksanaan UN SMP-SMA 2010 didasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional No 74 dan 75 tahun 2009 tentang UASBN SD/MI serta Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMK Tahun Pelajaran 2009/2010. Peraturan ini ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Prof. Bambang Sudibyo pada 13 Oktober 2009, seminggu sebelum diganti dengan Mendiknas Prof. Muh Nuh Kabinet Indonesia Bersatu II.
Jadwal tahun 2010 ini lebih cepat dari UN yang biasanya berlangsung pertengahan April. Hal ini disebabkan UN 2010 akan dilaksanakan 2 kali yakni terdiri dari UN utama dan UN ulangan. Siswa yang tidak lulus pada UN utama, bisa mengulang pada UN tahap kedua (enak dong..diberi kesempatan 2 kali).. UN ulangan dilaksanakan setelah pengumuman UN utama atau tepatnya 8 minggu setelah pelaksanaan UN utama. Berikut periode pelaksanaan UN 2010 :

Tingkat SMA/MA, SMALB, dan SMK :
UN Utama : 22 – 26 Maret 2010
UN Ulangan : 10 – 14 Mei 2010
Tingkat SMP/MTs dan SMPLB
UN Utama : 29 Maret – 1 April 2010
UN Ulangan :7 – 20 Mei 2010
Tingkat SD/MI
UN Utama : 4 – 6 Mei 2010
UN SMA/MA 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)
Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMA dan MA 2010.

UN 2010 SMA Program IPA
No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Fisika 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Kimia 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010
6 Biologi (II) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010

UN 2010 SMA Program IPS
No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Ekonomi 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Sosiologi 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010
6 Geografi (II) 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010

UN 2010 SMA Program Bahasa
No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Sastra Indonesia 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Sejarah /Antro (I) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010
6 Bahasa Asing Pilihan 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010

UN 2010 SMK
No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Teori Kejuruan - - -

UN 2010 MA
No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Ilmu Tafsir 40 120 menit Jum’at, 25 Maret 2010
5 Ilmu Hadist 40 120 menit Kamis, 26 Maret 2010
6 Ilmu Kalam (II) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010

UN SMP / MTs 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)
Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMP dan MTs 2010

UN 2010 SMP/MTs
No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 29 Maret 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa,30 Maret 2010
3 B. Inggris 50 120 menit Rabu, 31 Maret 2010
4 IPA 40 120 menit Kamis, 1 April 2010


UASBN SD/MI 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)
Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UASBN Utama Tingkat SD dan MI 2010.

UN 2010 SD/MI
No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 4 Mei 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa, 5 Mei 2010
3 IPA 40 120 menit Rabu, 6 Mei 2010

Keterangan:

Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)
UN dilaksanakan mulai pukul 08.00-10.00 untuk setiap sesi pelajaran, dan kecuali mata pelajaran ke-2 (II) untuk tingkat SMA/MA yang dilaksanakan pada hari Senin bersama mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Standar Kelulusan UN 2010
Standar kelulusan UN 2010 sebenarnya sama dengan UN tahun 2009 yakni peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK tahun 2010 dinyatakan lulus jika:

1.memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
2.khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.
Catatan Penting!
Pihak sekolah dilarang memungut biaya pelaksanaan UN, karena semua biaya penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. Mohon untuk menjadi perhatian para guru dan pihak sekolah agar tidak mencoba-coba memungut biaya UN. Dan bagi adik-adik pelajar, jangan sekali-kali mau membayar biaya UN. Dan jika adik-adik menemukan hal ini, segera lapor ke sini karena merupakan tindakan koruptif.

Kabar Baru! (Update) : UN Campur Batal

Pada tanggal 7 Desember 2009, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Djemari Mardapi menyatakan bahwa pelaksanaan UN campur (exchange place) pada 2010 batal dilaksanakan. Hal ini dikarenakan setelah dievaluasi dan disimulasi, UN campur itu hanya mungkin dilakukan di perkotaan. Sehingga BSNP tidak bisa memperlakukan hanya campur hanya di untuk siswa di perkotaan. Akhirnya BSNP dan Depdiknas sepakat tidak melaksanakan UN campur pada 2010 (Kompas).

Selamat belajar dengan sungguh-sungguh. Semoga Sukses dengan prestasi gemilang!

Salam Sukses,
ech-wan, 14 Nov 2009

Referensi :

Permendiknas 75 tahun 2009
Permendiknas 74 tahun 2009
Perubahan Jadwal UN 2010
Berita Terbaru : Mahkamah Agung Larang Ujian Nasional (UN) 2010


63 Votes



Minggu, 17 Januari 2010

PROFIL GURU DAN KARYAWAN SMP NU 1 GRESIK


SUMARTO,S.Pd.

Tempat dan tanggal lahir : Gresik, 30 April 1966
Alamat : Dusun Tugu RT 02-RW I, Desa Jono, Kec. Cerme. Kab. Gresik
No. HP : 081231688222

Riwayat Pendidikan :
1. SDN Jono tamat tahun 1972
2. SMP Negeri Cerme tamat tahun 1982
3. SMA PGRI 1 Gresik Tamat tahun 1985
4. IKIP Negeri Surabaya D-3 Jurusan Bahasa Indonesia tamat tahun 1989
5. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) S-1 tamat tahun 2000

Tugas Mulai Mengajar di SMP NU1 Gresik mulai tahun 1996 sampai sekarang masih aktif sebagai Guru Bahasa Indonesia dan Jabatan lain sebagai Urusan Hubungan Masyarakat (Humas)

Status :
Menikah dengan istri tercinta bernama Sri Wahyuni pada tahun 1996
telah dikaruniai 2 anak :
1. Anita Nur Firdayanti
2. Dimas Dliyaur Rahman


GUS DUR DAN ABU NAWAS

Detik,Rabu, 06/01/2010 12:10 WIB
GUS DUR DAN ABU NAWAS

Jakarta - Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa 'alaa naaril jahiimi
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil 'azhiimi

Tuhanku. aku tidak layak memasuki surga Firdaus
Tapi aku tak mampu menahan siksa api neraka

Sehingga, terimalah tobatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa-dosa besar

Begitulah, sepenggal bait syair Al I'tiraf yang sering ditampilkan oleh stasiun televisi beberapa saat setelah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat. Lagu tersebut seakan menyayat-nyayat hati tatkala dilantunkan oleh mantan Presiden Indonesia itu, apalagi di saat beliau sudah tiada.

Tak banyak orang tahu, sang pencipta syair tersebut adalah pujangga besar Arab masa pemerintahan bani Abbasiyah, Al Hasan bin Hani al-Hakami, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Nawas.

Bagi publik Indonesia, Abu Nawas dikenal sebagai sosok yang lucu, cerdas, dan sering melakukan hal-hal yang unik hingga membuat raja kala itu, Raja Harun Al Rasyid di masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah penasaran. Akhirnya, Abu Nawas diangkat sebagai penyair kepercayaan raja yang kala itu bertempat di Baghdad Irak. Lalu apa hubungannya dengan Gus Dur?

Semasa hidupnya, Gus Dur adalah tokoh pengagum Abu Nawas. Sehingga wajar, jika orang menyebut Gus Dur adalah Abu Nawas-nya Indonesia, cerdas, lucu, dan suka membuat kontroversi. Namun di balik itu, Gus Dur dianggap sebagai tokoh yang komitmen dengan Islam yang toleran, pluralis, sebagai simbol Islam rahmatan lil alamiin.

Gus Dur juga mengoleksi banyak syair-syair karya Abu Nawas. Tak kurang ribuan bait syair dia hafalkan. Hal ini diceritakan oleh mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indarparawansa.

"Biasanya beliau sambil jalan, sambil melafalkan syiiran Abu Nawas yang saat itu beliau masih hafal 2.000-an bait," kenang Khofifah (berita detikcom, 30 Desember 2009).

"Setiap syair yang dibaca dengan lantunan khas, diterjemahkan, dieksplor, sehingga suatu saat Pak Wimar Witoelar (jubir presiden kala itu) bilang, meski orang sekuler, kalau sering ikut jalan pagi dengan Gus Dur bisa jadi ideolog," ujar Khofifah.

Tapi dari ribuan bait syair karya Abu Nawas, Al I'tiraf lah yang paling masyhur di tanah air. Di musala-musala kecil di kampung, syair ini dikumandangkan dengan pengeras suara sembari menunggu sang imam datang untuk memimpin salat berjamaah. Di pesantren-pesantren di Jawa Timur, syair ini juga sering dilantunkan.

Tak cuma itu, para artis nasional, seperti Haddad Alwi, bahkan grup nasyid asal Malaysia, Raihan pun juga merilis syair Al I'Tiraf menjadi sebuah lagu. Dan seperti yang telah diduga, lagu itupun laris manis di pasaran tanah air.

Pendiri Museum Rekor Indonesia (Muri), Jaya Suprana pernah menyebut syair Al I'tiraf adalah syair tak lekang sepanjang masa. Dalam sebuah acara talkshow di sebuah stasiun TV saat Gus Dur menjadi presiden, Jaya Suprana tampil apik dengan piano membawakan lagu Al I'tiraf. Dalam acara talk show tersebut, hadir pula Gus Dur sebagai salah satu tamu.

Meski seorang nonmuslim, Jaya Suprana tampak menghayati lau Al 'tiraf saat tangannya mulai menyentuh tombol-tombol piano. Matanya tampak redup, seakan menghayati syair demi syair lagu itu yang memang penuh makna.

Syair Al I'tiraf diilhami dari sebuah kisah seorang sahabat yang baru kembali dari medan perang. Saat berada di pintu rumahnya, secara tidak sengaja tiba-tiba nampak olehnya betis seorang perempuan. Perempuan itu adalah istri sahabatnya yang ketika itu sedang bertamu di rumahnya.

Seketika itu juga ia melompat keluar dari pintu dan berlari meninggalkan rumahnya, menuju tempat yang sepi, selama bertahun-tahun, untuk bertobat kepada Allah SWT atas ketidaksengajaannya. Rintihan tobatnya itulah yang sekarang sering kita dengar dalam lagu Al I'tiraf.

Selamat jalan Gus. Semoga bisa bertemu dengan Abu Nawas di jannatunnaim, surga tempat segala kenikmatan.

*) Anwar Khumaini, Alumnus Fakultas Hukum UGM, aktivis PMII, kini wartawan detikcom.

(asy/asy)

BALI ANUGERAHI GUS DUR


BALI ANUGERAHI GUS DUR MAHENDRATTA AWARD 2010

Denpasar - Almarhum mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dianugerahi Mahendradatta Award 2010. Penghargaan tersebut diberikan Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali.

Anugerah tersebut diterima oleh salah satu putri Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid. Pengharaan diberika pada acara Dies Natalis ke-47 Universitas Mahendradatta, Denpasar, Minggu (17/1/2010).

Inayah menyatakan anugerah tersebut merupakan penghargaan dari dari masyarakat Bali. Penghargaan tersebut menurutnya,ditujukan pada rakyat Indonesia yang mewarisi perjuangan Gus Dur.

Penghargaan tersebut sebagai pengingat perjuangan nilai dan prinsip perjuangan Gus Dur yang mempunyai spirit menyetarakan manusia di mata negara dan huRata Penuhkum belum selesai.

Rektor Universitas Mahendradatta Sri Gusti Ngurah Arya Wedhakarna mengklaim Mahendradatta Award adalah penghargaan tertinggi dari universitas tersebut. Penghargaan ini adalah yang pertama diberikan kepada Gus Dur.

"Kami mendukung jika gelar pahlawan nasional diberikan kepada Gus Dur," pungkasnya.

(gds/Rez)

Sabtu, 16 Januari 2010

HAITI BERDUKA


[ Sabtu, 16 Januari 2010 ]
Bantuan untuk Korban Gempa Kurang, Penjarahan Marak di Haiti

PORT-AU-PRINCE - Hingga hari ketiga pascagempa kemarin (15/1), belum banyak perubahan yang terjadi di Haiti. Mayat-mayat yang mulai membusuk tergeletak di segala tempat dan reruntuhan bangunan masih teronggok di mana-mana. Air bersih dan makanan semakin susah diperoleh, sedangkan bantuan dari luar Haiti belum tersebar merata.

Ketidakjelasan tersebut membuat frustrasi para korban gempa yang selamat. Sebagian mereka mulai kalap dan menjarah barang-barang berharga serta makanan di ibu kota. "Jika bantuan internasional tidak segera tiba, situasinya akan jauh lebih parah. Kami sangat membutuhkan air bersih dan makanan," ujar Lucille, warga Haiti yang luput dari maut, seperti dilansir Agence France-Presse.

Selain bantuan logistik, mereka mengeluhkan lambannya proses evakuasi korban. Kemarin sekelompok orang yang berusaha menarik seorang pria dari puing-puing kantor pajak melambai dengan putus asa ke arah pesawat pengangkut bantuan yang kebetulan melintas. Benar saja, pesawat tersebut tidak melihat lambaian tangan mereka.

"Kami mendengar dari radio bahwa tim penyelamat berdatangan dari berbagai negara. Tapi, sampai sekarang tidak ada yang datang," keluh Jean-Baptiste Lafontin Wilfried. Tidak ingin jumlah korban tewas terus bertambah karena lambannya evakuasi, Wilfried dan rekan-rekan nekat menggali reruntuhan dengan tangan kosong. Sebisa mungkin, mereka menyelamatkan korban yang terjebak reruntuhan, meski butuh waktu lebih lama.

Aksi penjarahan di ibu kota itu membuat situasi makin mencekam. Tembakan sporadis terdengar bersahutan dari beberapa penjuru. Bukan hanya korban selamat dan penduduk Port-Au-Prince yang takut. Tim penyelamat asing dari Republik Dominika, Venezuela, Amerika Serikat (AS), Bolivia, dan Prancis yang baru tiba di ibu kota pun khawatir. Sebab, menurut Associated Press, mereka tidak dibekali senjata api atau didampingi pasukan keamanan dalam menjalankan tugas.

"Perasaan tidak aman menjadi masalah terbesar kami. Kemarin mereka berusaha membajak truk kami. Karena itu, hari ini kami memilih untuk menunggu situasi tenang dulu," ungkap Delfin Antonio Rodriguez, komandan tim penyelamat sekaligus ketua pertahanan sipil Republik Dominika. Apalagi, para penjarah mempersenjatai diri mereka dengan pistol atau senapan angin.

Kendala lain, lanjut Rodriguez, adalah minimnya obat-obatan dan peralatan medis di rumah sakit Haiti. Karena itu, tim penyelamat dan medis asing tidak bisa memberikan perawatan secara maksimal. Padahal, membawa korban luka ke luar Haiti juga tidak mudah. Sarana transportasi dan medan yang ada kurang mendukung. Atas alasan yang sama, bantuan logistik internasional pun terpaksa menumpuk di bandara.

Hingga kemarin, Palang Merah Internasional melaporkan jumlah korban tewas 50.000 orang. Jumlah tersebut akan terus meningkat mengingat sejumlah besar korban masih tertimbun reruntuhan bangunan. Pemerintah Perdana Menteri (PM) Jean-Max Bellerive yang memang belum banyak beraksi pun menjadi sasaran kemarahan warga Haiti. Terutama, penduduk Port-Au-Prince yang terpaksa menginap di lapangan karena kota mereka luluh lantak.

"Sampai Kamis (14/1), sedikitnya 7.000 korban tewas sudah dimakamkan," ujar PM Peru Ángel Javier Velásquez Quesquén dari Port-Au-Prince. (hep/ami)






HAITI MENANGIS

[ JAWA POS, Sabtu, 16 Januari 2010 ]
Kementerian Luar Negeri Pastikan Lima WNI di Haiti Selamat
Pemerintah Kirimkan Tim Kemanusiaan dan Bantuan

JAKARTA - Ada kabar positif di tengah evakuasi korban gempa yang menghancurkan Kota Port-au-Prince, Haiti, Selasa sore waktu setempat (12/1) atau Rabu pagi WIB (13/1). Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan bahwa lima warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga ikut menjadi korban bencana di negeri Karibia tersebut, ternyata, selamat.

Lima WNI itu berada dalam kondisi baik. Mereka juga telah melaporkan keadaannya. ''Kami telah mendapatkan laporan bahwa kelimanya selamat dan sehat. Sekarang dalam kondisi recovery karena shock,'' ujar Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah ketika ditemui di kantornya kemarin (15/1).

Sebelumnya, tiga warga Indonesia asal Bali dinyatakan hilang. Dua yang lain diduga ikut menjadi korban saat bergabung dalam misi PBB, yakni Endang Dwi Satriyani dan Yogi Anggoro. Sebab, Kantor Misi Stabilisasi PBB untuk Haiti (MINUSTAH) di Port-au-Prince rata dengan tanah.

Menurut Faizasyah, pihaknya mendapat kabar itu langsung dari Endang Satriani, sukarelawan Misi Stabilisasi PBB untuk Haiti yang selamat. ''Pagi ini (kemarin pagi, Red) tiga WNI yang dinyatakan hilang telah ditemukan selamat. Ini diinformasikan Endang Satriyani dan Yogi Anggoro. Kami sangat berterima kasih kepada keduanya,'' kata Faizasyah.

Dia mengungkapkan, tiga orang itu adalah Ni Luh Made Juini dengan paspor nomor A 199712, Ni Ketut Yasri Astiti yang berpaspor nomor 754832, dan I Gusti Ayu Putu Sukerti dengan paspor 655160. ''Kami hanya mendapat nama dan paspor mereka,'' tuturnya.

Dengan ditemukannya tiga WNI korban selamat itu, pemerintah berharap tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban gempa di Haiti. Menurut Faizasyah, tiga orang itu bekerja sebagai pegawai Hotel Karibi, salah satu hotel di Port-au-Prince yang selamat dari gempa. ''Kondisi mereka selamat. Saat ini, mereka tinggal di sekitar hotel. Kita harapkan tak ada warga negara kita yang lain di sana,'' ungkapnya.

Pemerintah saat ini terus membicarakan proses pemulangan WNI tersebut dengan Perwakilan Tetap RI (PTRI) di New York. Sebab, kondisi infrastruktur di Haiti rusak amat parah akibat gempa. Begitu juga pemerintahan di sana tidak bisa berjalan efektif. ''Kondisi di lapangan diambil alih PBB,'' terangnya.

Kenapa ada warga Indonesia yang bekerja di Haiti, padahal negara itu adalah tempat konflik? Faizasyah menyatakan bahwa Kemenlu kebobolan. Dia menjelaskan, karena di Haiti tak ada kantor perwakilan Indonesia, WNI tidak diwajibkan untuk melapor. ''Karena itu, sulit memantau (WNI),'' jawabnya.

Pemerintah Indonesia kemarin memberangkatkan tim bantuan kemanusiaan yang beranggota 75 personel. Mereka terdiri atas tim identifikasi, dokter, dan petugas SAR (tim pencari dan penyelamat korban gempa). Selain itu, dikirimkan bantuan siap pakai berupa makanan siap saji, obat-obatan, tenda-tenda, dan sejumlah kebutuhan lainnya. ''Dari komunikasi awal, tim bantuan akan tinggal di sana selama dua minggu,'' jelas Faizasyah.

Kemenlu, kata dia, juga mengirimkan dua staf ahli dalam tim gabungan untuk misi kemanusiaan Indonesia ke Haiti. Dua staf itu disertakan untuk mengatur evakuasi WNI di Haiti sekaligus membantu koordinasi tim kemanusiaan Indonesia dengan PBB.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis dan Bencana Kementerian Kesehatan Rustam S. Pakaya menuturkan bahwa pemerintah mengirimkan bantuan senilai Rp 20 miliar untuk bencana di Haiti. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis yang diterbangkan dengan pesawat Lion Air dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. ''Sore ini (kemarin, Red) bantuan kita lepas dari Halim,'' katanya.

Bantuan yang dikirimkan pemerintah itu mencapai 40 ton, terdiri atas obat-obatan, makanan pengganti air susu ibu (ASI), selimut, dan logistik. Pemerintah juga mengirimkan 75 tenaga bantuan, 30 di antaranya tenaga medis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kementerian Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Polri, dan TNI.

''Pemerintah akan membangun rumah sakit lapangan untuk menangani korban bencana selama dua minggu. Belum diketahui apakah akan ada bantuan lanjutan setelah dua minggu,'' ujar Rustam.

Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter yang mengguncang Haiti diperkirakan membawa korban ribuan orang. Palang Merah International (The International Red Cross) mengestimasikan, 40 ribu hingga 50 ribu orang tewas akibat gempa di negara miskin tersebut. Sementara itu, para pejabat Haiti menaksir korban tewas lebih dari 100 ribu orang. Sebagian besar korban belum dapat dievakuasi.

Selamatnya Endang Dwi Satriyani membuat keluarganya gembira. Berdasar laporan Fajar (Jawa Pos Group), Endang merupakan warga Makassar. Dia tinggal bersama keluarganya di kompleks BTP Blok F No 171, Makassar, Sulsel.

Menurut Thamrin, ayah kandung Endang, anaknya itu sebetulnya berencana untuk pulang ke Indonesia pada 19 Januari mendatang. Dia mendapat kabar itu secara langsung dari Endang melalui telepon. ''Setelah gempa di Haiti itu, keluarga sudah meminta Endang untuk bekerja di dalam negeri saja. Tetapi, katanya, dia akan pindah ke UNDP perwakilan Nigeria,'' tutur Thamrin.

Sebelum bekerja pada misi PBB di Haiti, Endang pernah bergabung dengan salah satu NGO (lembaga non-pemerintah atau LSM) di Jerman. Thamrin menuturkan, anaknya dikenal sebagai wanita tomboy yang senang berpetualang. Endang juga piawai menerbangkan pesawat Cessna dan menembak. ''Tidak lama setelah tsunami di Aceh dulu, Endang pernah menerbangkan pesawat pembawa bantuan,'' terang Thamrin. (zul/jpnn/dwi)

Jumat, 15 Januari 2010

MENDIKNAS : UN TETAP JALAN



MENDIKNAS : UN TETAP JALAN
16-12-2009 11:52:39 | Dibaca : 1840 Jakarta, - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010 akan tetap berjalan.
Hal tersebut disampaikan Mendiknas usai membuka Seminar Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca Tahun 2009 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (14/12/2009) . Mendiknas menyampaikan sejarah mengenai UN. Mendiknas menuturkan, sebelum Indonesia merdeka sampai dengan tahun 1972 ada ujian negara yaitu satu ujian secara nasional yang menyelenggarakan negara. Mendiknas menyebutkan, pada saat itu tingkat kelulusan antara 30-40 persen. Sejalan dengan itu, lanjut Mendiknas, pada tahun 1969 dimulai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang salah satu programnya adalah menaikkan angka partisipasi kasar (APK). "Yaitu mendorong anak-anak supaya dia bisa melanjutkan sekolah. Oleh karena itu dibangun SD Inpres. SD yang didasarkan atas instruksi presiden supaya dia bisa masuk ke sekolah," katanya. Lebih lanjut Mendiknas menjelaskan, karena jumlah siswa yang tidak lulus banyak di ujian negara maka kesempatan orang bersekolah menjadi terbatas. "Melihat kondisi itRata Penuhu, kemudian dibuat kebijakan baru ujian sekolah yaitu kelulusannya diserahkan kepada sekolah, " katanya. Mendiknas mengatakan, kebijakan yang kemudian diterapkan selama 20 tahun ini berdampak siswa lulus semua. "100 persen semuanya lulus. Oleh karena itu muncul yang namanya Ebtanas," ujarnya. Mendiknas menyebutkan, Ebtanas adalah kombinasi antara ujian negara dengan ujian sekolah. Pada Ebtanas nilai siswa ditentukan menggunakan rumus PQR yaitu gabungan dari nilai rapor, ujian sekolah, dan ujian nasional. "Hasilnya ternyata ujian yang diselenggarakan oleh nasional tadi itu dengan ujian yang diselenggarakan oleh sekolah ada gap yang luar biasa dan akibatnya juga lulus semua," katanya. Mendiknas mencontohkan, pada mata pelajaran yang sama seorang siswa yang diuji secara nasional mendapatkan nilai tiga, tetapi di ujian sekolah mendapatkan nilai delapan. "Jadi tadi itu mulai murni negara sudah, ditambah lagi murni sekolah juga sudah, dikombinasi dengan ujian sekolah juga sudah. Nah sekarang ini mata pelajarannya tertentu saja yang diuji oleh negara, yang lain sekolah yang menentukan," katanya. "Jadi apa yang diperdebatkan oleh orang-orang sekarang serahkan kepada sekolah itu sudah dilakukan tahun 1972 dulu. Hasilnya jeblok, lulus semua. Munculah yang namanya seratus persenisasi. Lho kok sekarang mau ditarik lagi berarti kembali kepada (tahun) 1972 yang lalu, " kata Mendiknas. Mendiknas mengimbau kepada peserta didik untuk siap menghadapi ujian dan tidak terjebak pada perbedaan-perbedaan pendapat. "Orang yang paling baik adalah orang yang paling siap. Oleh karena itu, tugas utama guru mengajar, tugas utama murid adalah belajar. Kalau kita sudah siap, diuji oleh siapapun tidak ada masalah," katanya. Mendiknas mendorong supaya siswa tahan banting dan mempunyai semangat yang tinggi. "Bagi saya tidak perlu dipertentangkan antara apakah itu pemetaan dan kelulusan," ujarnya. Terkait usul untuk menjadikan UN hanya sebagai standar, Mendiknas mengatakan, kalau hanya dijadikan standar tidak melekat pada nilai itu pada orang per orang maka bisa menjadi bias lagi. "Sampeyan ujian negara, tidak saya pakai untuk menentukan kelulusan. Sampeyan akan menjawab sembarang ya kan? Wong nda menentukan, nda ada apa-apa nya. Berarti akan ada bias lagi. Kenapa harus kita kontroversikan? jauh lebih baik, sudah disamping untuk mementukan (kelulusan) juga untuk standar," ujarnya kepada media. -GIM- Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui: SMS : 0811-976-929 Fax : 021-5703337 Telp : 021-5707303 Surat : PO.BOX 4490 E-mail : aspirasi@diknas.go.id

Template by : kendhin x-template.blogspot.com